Self-love

Self-love

Ngomongin Hidup

Share:
Sering rasanya kita mendengar konsep self-love, ikhlas ataupun berserah. Sudah khatam rasanya dari segi teori. Tapi seperti kata banyak orang, ternyata 'mengetahui' tidak akan pernah sama dengan 'mengalami'. Ada masa dimana kita ditempatkan dalam posisi saat kita sama sekali tidak berdaya. Ketika segala daya dan upaya sepertinya sudah dilakukan dan kemudian sabar seolah menjadi satu-satunya jalan. Masa dimana ilmu ikhlas dan berserah menjadi begitu mahal harganya untuk dijalankan. Gue, Syauki Mahmudi (@syauki09), kali ini ngomongin hidup bareng Fadhilah Amalia (@dilaamalia). Kita mencoba untuk menelaah lagi tentang apa itu konsep self-love, ikhlas dan berserah. Konsep yang luar biasa powerful bagi kita dalam menjalani hari-hari.  Kita tau betul bahwa masalah ga datang cuma sekali atau dua kali. Sudah hampir pasti bahwa kedepannya akan muncul lagi.  Pemahaman tentang konsep self-love menjadi penting rasanya sebagai garda pertama kita, ketika masalah itu benar-benar datang. Ada perasaan takut bahwa perasaan yang ga enak itu muncul lagi. Perasaan yang membuat kita merasa tidak layak, merasa produk gagal, merasa kita bukan apa-apa dan banyak lagi perasaan yang destruktif lainnya.  Jangan sampai. Memahami konsep self-love ini butuh waktu, butuh perjalanan, butuh merasakan. Sampai akhirnya kita paham bahwa manusia itu sempurna dengan ketidaksempurnaannya. Saat ketika kita bisa melihat diri kita ke belakang, kita bisa mensyukuri daripada menyesali. Ini tentang mengubah prespektif kita soal 'masalah' . Tentang kedewasaan kita untuk melihat masalah itu sebagai masa pembelajaran daripada hanya sekedar masa kesengsaraan. Kalo kata Kunto Aji sih, cukupkanlah ikatanmu dan relakanlah yang tak seharusnya untukmu. Sebelum kau menjaga dan merawat melindungi segala yang berarti, yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri. Semoga ini bisa menjadi pengingat dan menjadi obat. Selamat mendengarkan. --- Send in a voice message: https://anchor.fm/ngomonginhidup/message
...Read More
Sering rasanya kita mendengar konsep self-love, ikhlas ataupun berserah. Sudah khatam rasanya dari segi teori. Tapi seperti kata banyak orang, ternyata 'mengetahui' tidak akan pernah sama dengan 'mengalami'. Ada masa dimana kita ditempatkan dalam posisi saat kita sama sekali tidak berdaya. Ketika segala daya dan upaya sepertinya sudah dilakukan dan kemudian sabar seolah menjadi satu-satunya jalan. Masa dimana ilmu ikhlas dan berserah menjadi begitu mahal harganya untuk dijalankan. Gue, Syauki Mahmudi (@syauki09), kali ini ngomongin hidup bareng Fadhilah Amalia (@dilaamalia). Kita mencoba untuk menelaah lagi tentang apa itu konsep self-love, ikhlas dan berserah. Konsep yang luar biasa powerful bagi kita dalam menjalani hari-hari.  Kita tau betul bahwa masalah ga datang cuma sekali atau dua kali. Sudah hampir pasti bahwa kedepannya akan muncul lagi.  Pemahaman tentang konsep self-love menjadi penting rasanya sebagai garda pertama kita, ketika masalah itu benar-benar datang. Ada perasaan takut bahwa perasaan yang ga enak itu muncul lagi. Perasaan yang membuat kita merasa tidak layak, merasa produk gagal, merasa kita bukan apa-apa dan banyak lagi perasaan yang destruktif lainnya.  Jangan sampai. Memahami konsep self-love ini butuh waktu, butuh perjalanan, butuh merasakan. Sampai akhirnya kita paham bahwa manusia itu sempurna dengan ketidaksempurnaannya. Saat ketika kita bisa melihat diri kita ke belakang, kita bisa mensyukuri daripada menyesali. Ini tentang mengubah prespektif kita soal 'masalah' . Tentang kedewasaan kita untuk melihat masalah itu sebagai masa pembelajaran daripada hanya sekedar masa kesengsaraan. Kalo kata Kunto Aji sih, cukupkanlah ikatanmu dan relakanlah yang tak seharusnya untukmu. Sebelum kau menjaga dan merawat melindungi segala yang berarti, yang sebaiknya kau jaga adalah dirimu sendiri. Semoga ini bisa menjadi pengingat dan menjadi obat. Selamat mendengarkan. --- Send in a voice message: https://anchor.fm/ngomonginhidup/message
...Read More